BERITA

Ketua DPD FK PKBM Tolikara, Yhon Wenda, S.Pd., Minta Pemerintah Beri Perhatian Serius kepada Anak Sekolah dan Warga Korban Kebakaran

YHON WENDA  S.Pd Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Tolikara  Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Tolikara, YHON WENDA, S.Pd., menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan di daerah Tolikara. Ia menyoroti banyaknya anak-anak sekolah yang menjadi korban musibah kebakaran, sehingga aktivitas belajar mereka terganggu. Menurutnya, situasi ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Sebagai anak asli daerah Tolikara, Yhon Wenda merasa terpanggil untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya para pelajar. Ia melihat langsung dampak kebakaran yang menyebabkan banyak anak kehilangan perlengkapan sekolah, buku, seragam, bahkan tempat tinggal. Hal ini tentu memengaruhi semangat dan kelangsungan pendidikan mereka. Ia meminta “kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, khususnya Dinas Pendidikan, agar segera turun tangan melihat kondisi anak-anak sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK”. Semua siswa yang terdampak kebakaran perlu mendapat perhatian yang sama tanpa terkecuali. Menurutnya, dinas terkait harus segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap anak-anak yang menjadi korban. Data tersebut penting agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Dengan begitu, anak-anak tetap bisa mengikuti proses belajar seperti teman-teman mereka yang lain.                    Yhon Wenda menambahkan bahwa “bantuan yang diberikan bisa berupa perlengkapan sekolah, seragam, buku, maupun dukungan fasilitas belajar sementara. Tujuannya agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran dan tetap termotivasi untuk bersekolah”. Pendidikan harus tetap berjalan meskipun dalam situasi sulit. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah provinsi perlu memberikan perhatian serius kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara. Musibah kebakaran tidak hanya berdampak pada sekolah, tetapi juga rumah warga, kios, dan toko-toko masyarakat. Kerugian yang dialami sangat besar dan memengaruhi kehidupan ekonomi warga. Ia menilai bahwa penanganan “bencana ini tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah kabupaten. Pemerintah pusat juga harus ikut membantu melalui dukungan anggaran dan program pemulihan. Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan agar proses pemulihan berjalan cepat dan efektif”. Menurut Yhon, adanya efisiensi anggaran dari pusat menyebabkan penurunan APBD daerah, sehingga kemampuan pemerintah kabupaten menjadi terbatas. Karena itu, ia mewakili masyarakat meminta agar pemerintah pusat turun tangan membantu Tolikara dalam menyelesaikan dampak musibah kebakaran tersebut. Terakhir, ia menegaskan bahwa anak-anak sekolah adalah generasi penerus dan harapan masa depan Tolikara. Pendidikan mereka adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Ia mengajak semua pihak, terutama dinas-dinas terkait, untuk bergotong royong mendata dan membantu anak-anak terdampak kebakaran agar mereka tetap bisa belajar dan meraih cita-cita.

BERITA

Para pelajar masyarakat Gundagi saat mengikuti pembelajaran di ruang kelas bersama tutor Yohn Wenda, S.Pd

 Para pelajar dari berbagai usia berkumpul dengan antusias, membawa buku tulis dan alat tulis sederhana. Mereka datang dari berbagai kampung di sekitar Gundagi, dengan satu tujuan yang sama: menimba ilmu demi masa depan yang lebih baik. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar para peserta didik tidak pernah padam. Tutor mereka, Bapak Yohn Wenda, S.Pd, memulai pembelajaran dengan senyum hangat. Dengan pengalamannya sebagai pendidik, ia mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh semua peserta. Ia menggunakan metode yang sederhana namun efektif, menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan para pelajar yang sebagian besar baru mengenal pendidikan formal. Selama proses belajar, interaksi antara tutor dan pelajar berlangsung akrab. Setiap kali Bapak Yohn mengajukan pertanyaan, para pelajar berlomba-lomba mengangkat tangan untuk menjawab. Kadang terdengar tawa kecil ketika ada yang salah menjawab, namun suasana itu justru menambah kehangatan di kelas. Bagi mereka, belajar bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang kebersamaan dan saling mendukung. Meskipun ruang kelas sederhana dan jauh dari fasilitas modern, semangat mereka tak pernah surut. Dinding papan dan meja kayu yang sudah tua menjadi saksi perjuangan mereka dalam menggapai ilmu. Di sela-sela waktu belajar, tutor Yohn sering memberikan motivasi agar para pelajar tidak menyerah dalam menempuh pendidikan, sebab menurutnya, pendidikan adalah kunci untuk mengubah kehidupan masyarakat Gundagi menjadi lebih baik. Ketika pembelajaran berakhir, para pelajar meninggalkan kelas dengan wajah cerah dan penuh harapan. Mereka merasa bangga karena hari itu telah belajar hal baru bersama tutor yang sabar dan inspiratif. Bagi masyarakat Gundagi, kehadiran Yohn Wenda, S.Pd bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sosok yang menyalakan cahaya pengetahuan di tengah keterbatasan. Semangat belajar mereka menjadi bukti bahwa pendidikan dapat tumbuh di mana saja, asalkan ada kemauan dan tekad yang kuat.

BERITA

Acara Makan Bersama: Meningkatkan Semangat dan Soliditas di PKBM Gundagi

Pada tanggal 29 September 2025, di halaman sekolah PKBM Gundagi, berlangsung acara makan bersama yang diselenggarakan oleh Ibu Agustina Fairyo, S.Pd. Acara ini dihadiri oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun staf. Momen ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan antarwarga sekolah serta memberikan kesempatan untuk saling berbagi dan berinteraksi dalam suasana yang santai dan hangat. Acara makan bersama ini juga merupakan bentuk apresiasi Ibu Agustina terhadap para siswa yang telah bersemangat dalam menjalani kegiatan belajar mengajar. Hidangan yang disajikan dalam acara tersebut sangat beragam, mulai dari makanan ringan hingga hidangan berat, yang tentunya membuat suasana semakin meriah. Para peserta acara saling bercakap-cakap dan menikmati makanan dengan penuh kegembiraan. Selain itu, acara ini juga memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat dengan guru dan staf sekolah dalam setting yang lebih informal, sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat dan saling mendukung. Ibu Agustina Fairyo, S.Pd, yang merupakan penyelenggara acara ini, memberikan sambutan yang penuh semangat dan motivasi kepada para siswa. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya semangat kebersamaan dan kerja keras dalam mencapai tujuan, baik dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Ibu Agustina berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, para siswa bisa lebih termotivasi untuk belajar dan menjaga hubungan yang baik dengan sesama teman maupun dengan para guru. Acara makan bersama ini diakhiri dengan kebersamaan yang menyenangkan. Semua peserta merasa lebih dekat satu sama lain, dan suasana kekeluargaan yang tercipta selama acara membuat setiap orang merasa dihargai dan diterima. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di masa depan, agar kebersamaan dan semangat kekeluargaan di PKBM Gundagi tetap terjaga. Dengan adanya acara ini, diharapkan semangat belajar dan solidaritas antarwarga sekolah akan semakin kuat, menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi semua pihak

BERITA

Pada pertemuan yang diadakan di PKBM Gundagi, Kepala Sekolah, Ibu Agustina Fairyo S.Pd, mengundang orang tua siswa dan warga pelajar untuk berdiskusi mengenai perkembangan pendidikan di lembaga tersebut. Acara ini dihadiri oleh para orang tua dan tutor dari Paket C serta Paket B and Paket A

Pertemuan yang diadakan di PKBM Gundagi ini diinisiasi oleh Kepala Sekolah, Ibu Agustina Fairyo, S.Pd, untuk menjalin komunikasi yang lebih baik antara pihak sekolah, orang tua, dan warga pelajar. Acara ini mengundang orang tua siswa serta para tutor dari Paket C dan Paket B untuk bersama-sama membahas berbagai hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Ibu Agustina membuka pertemuan dengan memberikan sambutan yang hangat dan mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mendukung pendidikan para siswa, terutama mereka yang mengikuti program di PKBM Gundagi. Ibu Agustina menjelaskan mengenai tujuan dan visi misi PKBM Gundagi yang berfokus pada pemberdayaan warga belajar untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas meskipun memiliki keterbatasan waktu atau akses. Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan untuk memberdayakan individu agar dapat berkontribusi secara positif kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Ibu Agustina juga menyampaikan betapa pentingnya peran orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak-anak mereka, baik di dalam maupun di luar kelas. Selama pertemuan, para tutor dari Paket C dan Paket B turut berbagi informasi terkait materi pelajaran yang diberikan kepada siswa. Mereka menguraikan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, seperti tingkat kesulitan materi dan keterbatasan waktu yang ada. Para tutor juga memberikan masukan dan saran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, agar siswa dapat belajar dengan cara yang lebih efektif. Para orang tua diundang untuk berdiskusi, menyampaikan keluhan, dan memberi masukan terkait kemajuan anak-anak mereka, yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kurikulum ke depan. Salah satu topik penting yang dibahas dalam pertemuan ini adalah bagaimana cara orang tua dapat terlibat aktif dalam pendidikan anak-anak mereka di rumah. Ibu Agustina mengingatkan bahwa dukungan moral dan motivasi dari orang tua sangat diperlukan untuk memotivasi siswa dalam menghadapi tantangan belajar. Orang tua juga diminta untuk memberi perhatian lebih terhadap perkembangan akademik dan non-akademik anak, serta mendorong mereka untuk terus bersemangat dalam menyelesaikan program pendidikan mereka. Di akhir pertemuan, Ibu Agustina mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan memberikan kontribusi dalam diskusi tersebut. Beliau berharap agar sinergi antara sekolah, orang tua, dan tutor dapat terus terjalin dengan baik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik di PKBM Gundagi. Acara ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PKBM Gundagi dan memastikan para siswa dapat meraih kesuksesan dalam pendidikan yang mereka jalani.  

BERITA

Pelatihan ini Membahas Pendalaman Aplikasi Dapodik 2026 oleh Dinas Pendidikan Nonformal dan Informal Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pengunungan

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nonformal dan Informal Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan ini bertujuan untuk memberikan pendalaman terhadap aplikasi Dapodik versi 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para operator sekolah, pengelola lembaga pendidikan nonformal, serta tenaga kependidikan lainnya yang terlibat langsung dalam pendataan pendidikan. Dengan adanya pembaruan sistem, pelatihan ini menjadi sangat penting agar seluruh pihak dapat mengoperasikan aplikasi secara tepat dan akurat. Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai fitur-fitur terbaru yang tersedia dalam Dapodik 2026. Beberapa di antaranya termasuk mekanisme input data peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta data kelembagaan yang lebih terintegrasi dan otomatis. Peningkatan fitur ini bertujuan untuk mendukung efektivitas pendataan nasional serta meminimalkan kesalahan input yang selama ini masih menjadi kendala di beberapa wilayah, terutama di daerah dengan akses terbatas. Selain aspek teknis, pelatihan juga menyoroti pentingnya akurasi dan tanggung jawab moral dalam proses pendataan. Data yang masuk ke dalam sistem Dapodik akan digunakan sebagai dasar kebijakan pendidikan nasional, termasuk alokasi anggaran, distribusi bantuan, dan evaluasi mutu pendidikan. Oleh karena itu, operator Dapodik dan pihak sekolah diharapkan dapat memahami peran strategis mereka dalam proses ini, tidak hanya sekadar menjalankan aplikasi secara administratif. Kegiatan pelatihan ini juga menjadi ajang diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta dari berbagai distrik di Kabupaten Tolikara. Mereka saling bertukar informasi mengenai tantangan dan solusi yang dihadapi dalam proses pengumpulan dan penginputan data pendidikan di wilayah masing-masing. Diskusi ini memperkuat solidaritas dan memperluas wawasan para peserta terhadap implementasi Dapodik di konteks lokal yang beragam. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Dinas Pendidikan Nonformal dan Informal Kabupaten Tolikara berharap adanya peningkatan kualitas data pendidikan yang masuk ke sistem nasional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sistem pendidikan di Papua Pegunungan melalui pendataan yang akurat, relevan, dan berkelanjutan. Ke depannya, pelatihan serupa akan terus diadakan secara rutin guna menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan nasional.

error: Content is protected !!
Scroll to Top